Keputusan dan Langkah

Hi Kamu!

Tau gak, kamu ngetik ini jam 2 pagi! Gak tau kenapa, cuma lagi susah tidur aja. Semoga habis ngetik disini bisa tidur lelap!

Sekarang ini saya cuma mau ingetin kamu, semua yang kamu laluin saat ini terjadi karena 2 (dua) hal besar yang kamu lakukan: keputusan dan langkah.



Hal baiknya adalah, kamu percaya pada dirimu sendiri.

Ini tentang perjalan yang merubah hidup mu, bukan tentang hal spiritual, apa lagi material.

Selama ini kamu selalu merasa rendah diri, kamu meragukan dirimu sendiri, kamu menurunkan dirimu, merasa tidak sepadan dengan sekitar mu, merasa tidak eligible.

Kenapa? Karena kamu merasa tidak pintar, tidak memiliki kemampuan khusus yang spesial, merasa diri tidak menarik, merasa membosankan, merasa tidak ada progress dari keputusan yang pernah kamu ambil. Selalu ingat, you are allowed to embrace any feeling, breathe it and released it 'cause in the end kamu tetap harus melangkah.

Entah kenapa kamu merasa, semua hal yang kamu lakukan sebelum kamu memutuskan untuk pindah ke Bali seperti autopilot

Sampai saat ini pun masih bingung selama ini kemana aja dan ngapain aja? Tapi jujur aja perjalanan sebelum 2016 ya begitu aja. Umumnya cara kamu habisin waktu ya nonton dan belanja, you feed your self with stuff, you dismissed experiences. Kamu lupa sama ragam hal yang membuat kamu bahagia.



Mungkin gak bisa disalahin juga, karena ditahun 2010 Mamah terdiagnosis sakit ALS (Amyotrophic lateral sclerosis). Sekali lagi gak salah karena kamu merasa punya kewajiban sebagai anak dan punya rasa bersalah kalau kamu harus pergi liburan sedangkan Mamah sakit dirumah.




Jadi ingat di tahun 2011, kamu sudah beli tiket dari satu tahun yang lalu untuk melancong ke Singapura. Meskipun Mamah sudah bilang "berangkat aja" tapi ada aja kendala untuk selalu tidak pergi seperti: gak cukup waktu untuk perpanjang paspor yang udah mau expire.




Semenjak saat itu liburan tidak jadi prioritas. Terutama karena dari 2010 - 2013 Kondisi mamah semakin parah, semakin menurun dan semua orang harus kasih kontribusi untuk bergantian merawat, karena tidak bisa mengandalkan satu orang aja. 



Setelah meninggalnya Mamah di 2013, ternyata kondisi kehidupanmu pun tidak semudah itu untuk keluar dari kedukaan. Apalagi tinggal dirumah yang beri banyak kenangan. Sampai akhirnya kehilangan berganti kedatangan, Di 2015 lahir anak dari kakak kandungmu. Dia mengisi rumah yang sudah lama tidak ceria jadi banyak tawa. Tapi perubahan lagi-lagi datang, kakak kandung, ipar dan keponakanmu pindah ke Bali di awal 2016, rumah kembali sepi.




Tadinya tidak terbesit untuk pindah, apalagi kamu baru saja mendapat pekerjaan di salah satu Manufacturing Company besar dengan gaji yang besar, meskipun ternyata beda visi misi dan memutuskan untuk mengundurkan diri (baru satu setengah bulan bergabung) lalu kamu ambil liburan sebentar ke Bali, rencananya tiga bulan aja.

Yah siapa sangka keputusan liburan membawamu ke lingkungan dan pengalaman baru. Mengenali daerah baru, belajar hal baru dan membuat kamu ingin menetap. Awal mula kamu di Bali pun gak mudah, dari kamu punya simpanan biaya hidup, sampai kamu gak punya uang sama sekali untuk hidup bulan itu tapi terselamatkan dengan diterima di kantor pertamamu di Bali.



Selalu ingat, mungkin hasil keputusan dan langkah yang kamu ambil tidak selalu sesuai dengan rencanamu, it's okey.

Berjalan, berhenti, mundur, dan berjalan lagi, itu wajar selama kamu terus melakukannya. Namun ingat, jangan berhenti terlalu lama atau mundur terlalu jauh!
Apapun yang kamu putuskan akan selalu ada hal bisa kamu sesuaikan. 
Adapt = Survive!

Cheers and love your self!

Comments